Rabu, 18 Agustus 2010

Menhub Bangga Program Tim Ekspedisi Jelang Mudik Lebaran

Kementerian Perhubungan memberikan penghargaan yang tinggi atas inisiatif ELSHINTA menurunkan kembali timnya untuk memantau kondisi jalan di Jawa dan Sumatera. Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan RI, Freddy Numberi, saat melepas Tim Ekspedisi ELSHINTA, di Kantor Kemenhub di Jakarta hari Rabu 18 Agustus 2010.
Menurut Menhub, selain memberikan jawaban kepada para pemudik seputar sarana jalan, program ekspedisi ini juga sangat tepat karena mendukung keberhasilan pemerintah terkait angkutan Lebaran 2010 ini. Disampaikan Menhub, tugas tim sangat berat karena harus menempuh perjalanan yang sangat panjang. Untuk itu dibutuhkan kondisi jasmani rohani yang sehat. Meski begitu, Menhub berharap, tim bisa memberikan informasi yang akurat yang benar-benar diperlukan oleh masyarakat. "Dan saya yakin, dengan berbekal pengalaman di tahun-tahun lalu, hasil kerja yang akan disuguhkan tim akan lebih baik", pungkas Menhub.

Menhub Lepas Tim Ekspedisi Radio Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2010

Menteri Perhubungan Freddy Numberi melepas "Tim Ekspedisi Radio Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2010" di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta (18/8). Tim ekspedisi ini akan melakukan perjalanan di lintas pulau Jawa, Bali, Madura dan Sumatera selama 15 hari yang dimulai pada hari ini hingga 1 september mendatang. Tim ini bertujuan untuk memantau dan melaporkan kondisi fasilitas dan infrastruktur menjelang mudik lebaran 2010. Tim ekspedisi Radio Elshinta ini dibagi menjadi 2 (dua) tim, tim pertama akan memantau lintasan arus mudik meliputi Pulau Jawa, Bali dan Madura sedangkan tim kedua akan melintasi pulau Sumatera. Menanggapi kegiatan ini, Menhub mengatakan keberangkatan tim ini akan sangat bermanfaat dalam memberikan informasi secara langsung mengenai kesiapan sarana dan prasarana penunjang arus mudik kepada masyarakat,khusunya bagi para pemudik. Menurutnya dengan Informasi tersebut diharapkan para pemudik dapat mempersiapkan diri sedini mungkin. "Dengan persiapan yang sedini mungkin tentunya dapat memperkecil peluang terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan selama menempuh perjalanan," jelasnya.

Menhub berharap tim ekspedisi Elshinta ini dapat memberikan informasi yang akurat dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. "saya yakin dengan pengalaman tahun-tahun yang lalu, hasil kerja yang disuguhkan pada tahun ini akan berjalan lebih baik sehingga dapat memberikan kebutuhan masyarakat tentang kondisi di lapangan menjelang lebaran 2010," harapnya.

Untuk tahun ini diperkirakan sekitar 3 juta pengendara motor dan sekita 1,6 juta pengendara mobil akan memadati arus mudik. Oleh karena itu untuk membantu kelancaran arus mudik, Kementerian Perhubungan juga memberikan informasi kepada masyarakat yang bisa dimonitor melalui jejaring sosial seperti facebook,twitter dan juga website dephub.go.id mengenai informasi arus mudik.

sementara itu, wahyu Aditama selaku penanggung jawab radio Elshinta mengatakan,kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti banyaknya pertanyaan dari masyarakat yang meminta informasi baik itu sarana maupun prasarana pada arus mudik. "Hal-hal yang akan kami laporkan pada saat ekspedisi ini meliputi : kondisi jalan, kondisi jembatan, lokasi-lokasi spbu, ATM, pasar tumpah, rambu lalu lintas dan penerangan jalan.

Acara ini ditutup dengan pemberian penghargaan dari Radio Elshinta kepada Kemenhub atas kerjasama yang telah dilakukan dan Kemenhub juga memberikan sejumlah daftar kontak Dinas-Dinas Perhubungan Propinsi kepada tim ekspedisi. Turut serta dalam pelepasan tim ekspedisi ini, Sekretaris Jenderal Kemenhub Moch. Iksan Tatang, Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso, Dirjen Perhubungan Laut Soenaryo beserta jajaran Kementerian Perhubungan dan juga dari Kepolisian.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Elshinta Peduli Salurkan Bantuan Bingkisan Lebaran

Tim Elshinta Peduli menyalurkan bantuan dari para pendengar berupa bingkisan Lebaran untuk para petugas penjaga pintu pelintasan kereta api dan penyapu jalan, serta anak yatim dan para kaum dhuafa. Bantuan disalurkan Sabtu (14/8) pagi, dalam rangka Bulan Suci Ramadhan 1431 Hijriah. Bingkisan Lebaran untuk para petugas penjaga pintu pelintasan kereta api dan penyapu jalan yang telah tersalurkan sebanyak 10 paket, terdiri dari uang tunai sebesar Rp 200 ribu, satu kaleng biskuit, satu botol sirup, dua kilogram gula pasir, satu bungkus kopi dan dua dua teh sachet. Masing-masing paket bernilai Rp 319 ribu. Sehingga, total bantuan yang disalurkan hari ini sebesar Rp 3.193.050. Sementara itu, untuk anak yatim dan para kaum dhuafa, bantuan yang telah disalurkan sebanyak 50 paket alat sholat dan 50 paket peralatan sekolah, yang terdiri satu buah tas sekolah, 10 buku tulis, dua pulpen, satu penghapus, satu set penggaris, dua pensil, dan satu tempat pensil. Total bantuan berupa alat sholat dan peralatan sekolah ini sebesar Rp 10.236.000.

Selasa, 01 Juni 2010

Gak kebagian "Majalah Elshinta" ? Baca aja versi Elektronik-nya (eMagz)

Berlangganan "Majalah Elshinta" adalah jalan yang paling kami anjurkan untuk menjamin distribusi dan kepastian pengiriman. Karena terus terang saja, ini bukan promosi, setiap dua minggu setelah majalah terbit, banyak pelanggan setia yang membelinya secara eceran, baik di Indomaret maupun toko buku, mengeluh telah kehabisan majalah. Padahal kami mencetak cukup banyak, yaitu sekitar 25.000 eksemplar setiap penerbitannya. Tapi kalau memang tidak kebagian juga, jalan keluarnya adalah buka versi digital (eMagz) Majalah Elshinta via Elshinta.com pada pojok kiri bawah. Disana anda dapat membaca edisi elektronik dua penerbitan sebelumnya. Maaf, kalau mau yang baru, tentu anda memang haru membelinya. Setiap edisinya kami coba untuk terus meningkatkan oplahnya untuk kenyamanan kita semua. Beli majalah Elshinta tidak akan rugi, karena didalamnya ada banyak kupor berhadiah yang dapat digunakan di Indomaret atau sponsor pendukung. Terima kasih atas dukungan anda. Salam...
Klik link berikut ini untuk melihat "Majalah Elshinta" edisi eMagz: http://www.elshinta.com/v2003a/majalah/index-emagz.htm

Minggu, 30 Mei 2010

Follow twitter @RadioElshinta yukk, sambil berbagi informasi dengan sesama

Untuk berita dan informasi teraktual, seperti informasi lalu-lintas, keadaan cuaca serta berbagai berita ekonomi-politik-sosial-budaya atau kriminal, sekarang Anda mendapatkannya tidak hanya melalui jaringan radio saja, tetapi juga melalui komputer, handphone atau BalckBerry anda. Caranya gampang, ikuti atau follow twitter @RadioElshinta. Melalui twitter @RadioElshinta, anda juga dapat berpartisipasi mengirimkan berbagai informasi yang anda temui dimana saja anda berada. Setiap informasi yang anda kirimkan, sudah pasti akan ditindaklanjuti oleh Redaksi Radio Elshinta untuk terus melanjutkan berita dan perkembangannya kepada para pendengar lain di seluruh Indonesia. Kini twitter @RadioElshinta telah diikuti ribuan follower-nya yang berperan aktif menerima dan memberikan informasi aktual. Ayo jangan ketinggalan, ikuti twitter @RadioElshinta sekarang! Kami tunggu ya.. Salam!

Sabtu, 08 Mei 2010

Pendengar Elshinta Bangun Sekolah Korban Gempa di Sumbar

Dana bantuan yang diberikan pendengar Radio Elshinta dinilai sangat besar manfaatnya untuk membantu dunia pendidikan di wilayah korban gempa. Hal itu dikatakan penanggung jawab Radio Elshinta Wahyu Adhitama saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SD Negeri 09 Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, Sabtu (8/5). Wahyu Adhitama berharap pembangunan gedung sekolah tersebut dapat menjadi tonggak keberhasilan bagi anak didik di sekolah itu. Dana pembagunan SDN 09 Padang Sago yang merupakan bantuan dari Elshinta Peduli Kemanusiaan dan Superindo adalah tahap ke dua yang disalurkan ke daerah korban gempa di Sumbar, setelah sebelumnya disalurkan bantuan berupa sandang pangan senilai Rp.412 Juta pada saat tanggap darurat pasca gempa 2009 lalu. Sedangkan bantuan untuk pembangunan SDN 09 Padang Sago sendiri sebesar Rp. 840 juta. Wahyu juga menambahkan, setiap bantuan yang masuk akan dipergunakan secara cermat, karena merupakan amanah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan. Bangunan SDN 09 Padang Sago sendiri dirancang tahan gempa, karena daerah itu merupakan daerah yang rawan gempa.

Selasa, 20 April 2010

Radio Elshinta bekerjasama dengan China Radio International (CRI)

Radio Elshinta makin melengkapi referensi berita dan informasi luar negerinya setelah BBC, VOA dan Radio Australia. Penandatanganan kerjasama dan peluncuran program China Radio International (CRI) dengan Elshinta Radio hari Selasa (20/4), diresmikan di Grand Ballroom, Sultan Hotel Jakarta. Selain dihadiri oleh perwakilan kedua radio, penandatanganan juga dihadiri sejumlah undangan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Zhang Qiyue dan Ditjen KPI Kemendag Indonesia Gusmardi Bustami. Setelah penandatanganan kerjasama, acara dilanjutkan dengan diskusi tentang peluang produk Indonesia di pasar CAFTA (Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN). Diskusi interaktif tersebut disambut dengan meriah oleh para undangan yang hadir. Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Nyonya Zhang Qiyue, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan Gusmardi Bustami, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Adi Putera Taher, serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balibang) Departemen Perdagangan, Muchtar tampak hadir dalam acara diskusi dengan menyampaikan sambutan dan paparan singkat tentang peluang pasar produk Indonesia. Siaran CRI berbahasa Indonesia dapat didengarkan setiap hari melalui jaringan Radio Elshinta pada pukul 20.30-21.00, 22.00-22.30 dan 23.00-23.05 WIB.

Kamis, 18 Maret 2010

Mau belanja online yang gak bakal ditipu? Natikan ElshintaShop.com

Baru beberapa hari lalu teman-teman pengurus Koperasi Karyawan Radio Elshinta (Kokarel) mengurus domain toko online ElshintaShop.com, yang nantinya akan menjual berbagai merchandise atau souvenir bermerek Elshinta. Tapi denger-denger sih bukan hanya itu, bisa juga koleksi Piringan Hitam, buku-buku dan berbagai barang eksklusif lainnya. Bahkan, para klien Radio Elshinta juga dapat menitipkan barang-barang yang akan dijualnya kepada siapa saja yang berminat. Pengiriman dapat dilakukan keseluruh Indonesia melalui jasa ekspedisi. Kapan nih mainnya? Sabarrrr... Tunggu aja ya launching ElshintaShop.com, pasti kami kabarin di radio kok. Tapi jadi pelanggan dong :-)) Salam...

Senin, 01 Maret 2010

Radio Internasional di Program Elshinta News and Talk

Setiap ada kejadian, maka pendengar mengharapkan Elshinta berada dilokasi tersebut. Tapi bagaimana jika kejadian itu justru jauh diujung dunia yang tak tersentuh oleh reporter maupun pendengar Radio Elshinta?

Disitulah peran kerjasama Radio Elshinta dengan radio-radio asing berbahasa Indonesia yang telah terjalin selama ini, yaitu BBC London, VOA Washington DC, Radio Australia di Melbourne dan juga pernah ada Hilversum dari Belanda.

Radio dunia mana lagi yang akan bekerjasama dengan Radio Elshinta? Tunggu tanggal mainnya! Semakin banyak sumber informasi, yang untung adalah masyarakat!

Rabu, 17 Februari 2010

Rajin Masuk Forum Diskusi di Elshinta.com, Thesea Dapat Hadiah

Jam 11 kurang 20 menit gua udah sampe di Planet Hollywood, tempat dimana acara perayaan ultah radio Elshinta berlangsung. Masuk — tuker souvenir dan registrasi undangan buat doorprize — FOTO. Iya FOTO… gua diminta berdiri di depan layar bertuliskan Elshinta ha3x… dengan gaya bak pembaca berita pula ha3x… Gila… grogi tuh gua di foto dadakan gitu. Sampe diulang 2x fotonya ) Entah deh jadinya gimana ha3x… Masuk ke dalem… dianter ke tempat duduk yang lumayan PW… kenal2an sama crew2 Elshinta plus sama undangan yang lain. Ternyata nama gua udah dikenal nih di Elshinta ha3x… semua yang kenalan sama gua pasti ngomong, “Ooohhh ini Ibu Dessy? Miss Update itu ya?” ha3x… sampe2 bapak yang duduk di depan gua, mau nyimpen nomor HP gua di HP dia dengan nama Dessy Miss Update hahahahahahahahahaha… Kenapa bisa dibilang Miss Update? Ntarrrrrrrrr……………………. baca terus sampe bawah ya………. Nah, yang mau baca, silahkan aja masuk ke blognya thesea, klik aja link dibawah ini:

http://th3sea.wordpress.com/2010/02/17/happy-bday-elshinta/

Penghargaan Bagi Pendengar dan Insan Peduli

Pada syukuran 42 tahun Radio Elshinta dan 10 tahun program News and Talk di Planet Hollywood Jakarta, Rabu (17/2) hari ini, Radio Elshinta memberikan penghargaan kepada sejumlah pendengar dan insan peduli. Penghargaan kepada pendengar diberikan karena berita dan informasi yang disampaikan pendengar memiliki nilai berita yang tinggi, sehingga beberapa peristiwa besar yang terjadi di Tanah Air dengan cepat dapat diketahui berkat kerjasama dari para pendengar tersebut. Terdapat 10 pendengar yang telah memberikan berita dan informasi dengan nilai berita yang tinggi. Penghargaan diantaranya diberikan kepada Bapak Yudi HM Zuhdi Fauzi, yang menginformasikan tentang terjadinya gempa di Padang, Sumatera Barat. Sementara penghargaan kepada insan peduli, terdapat 9 orang yang menerimanya, diantaranya Hj. Tati Suprapti dari Rumah Srikandi Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, H. Sairudin dari Kelompok Tani Sangga Buana Peduli Kelestarian Alam dan Drs. H. Soleh Muhsin dari Madrasah Ibtidaiyah Peduli Pendidikan Anak Yatim Piatu dan Tidak Mampu. Selain itu juga penghargaan kepada Ayi Rohman dari Perpustakaan Sariwangi Peduli Budaya Baca pada Anak-anak, Mulyadi Rawan dari Rumah Damai Peduli Anak-anak Korban Narkoba dan Bidan Rosita dari Peduli Kesehatan Warga Badui.

Selasa, 02 Februari 2010

Komentar, Opini dan Solusi Anda di Radio Elshinta

Selama 10 tahun ini, sejak diluncurkannya format berita dan informasi, mata acara KOMISI (Komentar, Opini & Solusi) ANDA telah memberikan banyak masukan yang berharga kepada bangsa, negara, pemerintah pusat, daerah dan berbagai institusi. Radio Elshinta memang bukan radio pelat merah, tetapi sumbangsih para pendengarnya yang sangat concern terhadap berbagai permasalahan, telah memberikan warna yang sejuk bagi bangsa dan negara ini. Untuk terus memeriahkan mata acara "Komisi Anda", mulai tahun 2010 ini, segala komentar, opini dan solusi tidak hanya diterima melalui telepon 021-5869000 dan SMS 081-180-6543, tetapi juga melalui Elshinta Forum di situs Elshinta.com

Tak disangka-sangka, rupanya banyak pendengar yang tune-in melalui live streaming, akhirnya bisa ikut berpartisipasi di mata acara tersebut. Tentu ini menjadi semakin menarik, karena yang dapat berkomentar bukan hanya dari Sabang sampai Merauke, tetapi juga dari berbagai penjuru dunia yang mendengarkan siaran Elshinta melalui Elshinta.com dan Nokia Internet Radio. Namun sayang, waktu siaran mata acara tersebut terbatas, karena sampai saat ini, "Komisi Anda" hanya punya jatah siar mulai pukul 01.00 sd 05.00 WIB pagi. Masih kurang waktunya? Kalau begitu, selalu nantikan saat-saat pertanyaan dan pernyataan secara tiba-tiba mengudara sesuai topik yang tak terjadwal. Terima kasih atas kesetiaan para pendengar yang telah mengikuti acara tersebut sejak tahun 2000 dan tetap setia hingga kini, dihari ulang tahun Radio Elshinta ke 42 dan ulang tahun acara "Elshinta News and Talk" yang ke 10 pada tgl. 14 Februari 2010. Kami selalu menantikan pertanyaan, pernyataan dan berbagai info yang Anda temui dimana saja.

Salam Elshinta!


Rabu, 20 Januari 2010

Radio Elshinta dan Jurnalisme Warga

Liputan berita dan informasi di Radio Elshinta bukan hanya dilakukan oleh para reporter, tetapi juga oleh para pendengarnya. Itulah yang disebut jurnalisme partisipatif, jurnalisme warga atau citizen journalism, yang diusung Radio Elshinta sejak tahun 1998 sebagai cikal bakal mata acara "Info Dari Anda" yang dikemas dalam program "Elshinta News and Talk".

Selasa, 05 Januari 2010

Sekilas Sejarah Radio Elshinta

PT. Radio Elshinta resmi berdiri pada tahun 1968. Pendirinya adalah Mas Yos atau Oom Yos (Suyoso Karsono) yang kala itu seorang perwira di angkatan udara (AURI). Sedangkan nama "Elshinta" diambil dari nama putrinya Mas Yos.

Pertama kali mengudara pada gelombang 1368 KHz dengan menyiarkan lagu-lagu oldies dan lagu-lagu Hawaiian yang sangat populer kala itu bersama pembawanya Pak Hoegeng (Hoegeng Iman Santoso), pemain ukulele dan pendiri grup Hawaiian Seniors, selain pernah sebagai Kapolri pada periode 1968-1971.



Pada tahun 80an hingga pertengahan 90an, Radio Elshinta memutar lagu-lagu Top 40 dan sempat menyusun acara peringkat lagu-lagu hit saat itu. Nama acaranya "Elshinta 13". Masih ingat kan? Mungkin ada diantara Anda yang menyimpan kaset kompilasi lagu-lagu hitnya yang beraliran Adult Contemporary atau Jazzy Tunes.

Pada pertengahan 90an, kiblat musik Radio Elshinta beralih ke musik Jazz, baik vocal maupun instrumental. Saat itu, Elshinta mengudara di gelombang barunya, yaitu 90.05 FM. Studionya saat itu adalah di Jl. Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Sebelumnya, pernah juga berkantor di Gedung Arthaloka, Jl. Sudirman dan sempat pula pindah ke Setiabudi Building di Jl. HR Rasuna Said.

Pada tahun 1997, Radio Elshinta pindah domisili ke Joglo Raya, Jakarta Barat. Saat itu masih memutar lagu-lagu aliran Jazzy atau Cool Music yang relatif lagu-lagu baru, tapi sudah mulai menyelipkan satu dua berita yang dibaca dari koran dan internet. Untuk menambah wawsan pemberitaan, pada tahun 1998 itu dijalin kerjasama dengan BBC London, VOA dan RNW Hilversum. Kini yang masih bertahan hanya BBC saja.

Kejadian krisis ekonomi (krismon) tahun 1997, membuat Radio Elshinta mengajak pendengar (yang belum terlalu banyak jumlahnya) untuk membantu masyarakat yang tidak mempu dengan paket-paket sembako. Itu adalah cikal-bakal program "Elshinta Peduli Kemanusiaan" yang hingga saat ini terus berlangsung.

Krismon berbuah menjadi gejolak sosial. Terjadilah kerusuhan massa pada tahun 1998. Saat itu, secara refleks semua crew yang jumlahnya belasan, bergerak mengumpulkan informasi dengan mengundang partisipasi pendengar agar memberikan info apa saja terkait kerusuhan, penjarahan, bakar-bakaran yang meluas keberbagai daerah di Indonesia. Nah, momen itulah yang menjadikan awal-muawal mata acara "Info Dari Anda", yang hingga hari ini menjadi bagian terpenting dalam sejarah program jurnalisme warga atau citizen journalism di radio, setelah kejatuhan Orde Baru ditahun 1998.

Baru kemudian pada tanggal 14 Februari 2000, Elshinta memproklamirkan diri menjadi "Radio Berita dan Informasi 24 Jam Nonstop" melalui sebuah acara launching di Hotel Le Meredien, Jakarta. Ya, artinya, mulai hari itu, siaran radio elshinta hanya melulu berisi berita dan informasi tanpa memutar lagu sama sekali. Banyak kalangan yang pesimis, tetapi semangat crew Elshinta saat itu tak dapat dibendung! Darah muda, kreatifitas, rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, menjadi modal utama dalam mewujudkan format radio berita yang sangat menantang.

Sejak saat itu, setiap 14 Februari, Radio Elshinta memperingati dua momen sekaligus, yaitu Hari Jadi Radio Elshinta (1968) dan Peringatan mengudaranya format dan acara baru "Elshinta News and Talk", yang merupakan satu-satunya nama acara di Radio Elshinta sepanjang hari, sejak tahun 2000. Didalam program tersebut terdapat beberapa mata acara, seperti "Info Dari Anda", "Komentar-Opini dan Solusi (Komisi) Anda" dan siaran berita mancanegara dari BBC London, mPro, dll.

Radio Elshinta berubah gelombang, dari 90.05 FM menjadi 90 FM di Jabodetabek sejak 1 Agustus 2004, akibat dari penataan ulang frekuensi sesuai master plan yang berlaku di seluruh Indonesia. Selain di Jakarta, Radio Elshinta juga dapat didengar dibeberapa kota besar di Indonesia. Sedangkan untuk mendengarkan melalui live streaming, klik saja www.elshinta.com

Jumat, 01 Januari 2010

Artikel Tentang Radio Elshinta di SWA

Judul di Majalah SWA: "Radio Elshinta: Melesat di Tengah Kepungan Pesaing". Terbit Kamis, 05 Maret 2009, Oleh : Moh. Husni Mubarak dan Henni T. Soelaeman

Elshinta mampu meraup lebih dari 2 juta pendengar. Pemasang iklan pun rela antre sampai berbulan-bulan. Bagaimana stasiun radio yang berumur 41 tahun ini menerapkan horizontal business?

“Tolong, lampu merah di perempatan Rawasari dengan Jalan Ahmad Yani tidak berfungsi, menyebabkan kemacetan.” Begitu Priyo melaporkan kepada Elshinta pada Selasa, 24 Februari, pukul 08.22 WIB. Priyo bukan reporter Elshinta. Ia pendengar Elshinta yang atas inisiatifnya sendiri melaporkan kejadian yang dilihat, dialami atau diketahuinya.

Begitu pula yang dilakukan Umar Marasabessy. Di lingkungan tempat tinggalnya di Bekasi, Umar dikenal sebagai pegiat di sebuah lembaga swadaya masyarakat. Pria berusia 56 tahun ini kerap melaporkan berbagai peristiwa yang dialami dan dilihatnya kepada Elshinta meski ia bukan wartawan radio tersebut. Ia mengaku tidak dibayar sepeser pun atas sumbangsihnya memberikan berbagai laporan. "Saya tertarik menjadi bagian dari Radio Elshinta tidak hanya karena hobi mendengarkan radio, tetapi karena peduli pada keadaan sosial," ungkapnya seraya menambahkan, ada kepuasan tersendiri menjadi bagian dari Elshinta. "Saya merasa bangga karena ternyata banyak orang yang mengenal saya setelah suara saya sering muncul di radio," ujarnya.

Di Indonesia, ada 1.300 stasiun radio -- sekitar 800 yang resmi -- yang tentunya memperebutkan hal yang sama: loyalitas pendengar. Caranya bermacam-macam, mulai dari menyajikan program lagu-lagu dari penyanyi Indonesia, top 40, siaran musik indie, tembang kenangan, dangdut, sampai wayang kulit. Nah, ketika hampir semua stasiun radio menawarkan aneka hiburan dengan genre tertentu, Elshinta justru tidak sekalipun memutar lagu selama 24 jam siaran. Radio yang mengudara di 90,0 Mhz ini menjadi satu-satunya stasiun yang khusus memberi berita dan informasi. Bahkan, Elshinta menggaet para pendengar untuk menyampaikan keluhan dan informasi tentang berbagai hal, dari kriminal hingga kerusakan jalan, langsung on air. Tak pelak, dialog interaktif ini disambut antusias oleh masyarakat.

Strategi ini ternyata berbuah manis. Stasiun radio dengan slogan citra “Elshinta News and Talk” ini mampu bertengger di rating 4 (nondangdut) dengan meraup 2,09 juta pendengar. Alhasil, pemasang iklan rela antre sampai berbulan-bulan untuk mendapat jatah slot siar. Bahkan, ada produsen yang memasang iklan untuk lima tahun.

Menurut Iwan Haryono, COO & Chief Editor Elshinta, keterlibatan pendengar dilakukan sejak format radio ini berubah. Sebelumnya, stasiun radio yang berdiri pada 1968 ini mengusung musik jazz. Momen kerusuhan Mei 1998 menjadi titik tolak radio ini mengarah ke radio berita, hingga resmi memosisikan diri sebagai satu-satunya radio yang khusus menyajikan berita dan informasi selama 24 jam. Iwan menjelaskan, ketika itu istilah yang digunakan bukan strategi horizontal business, melainkan citizen journalism, yang mengadopsi keterlibatan masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat lainnya. "Radio di sini hanya sebagai mediumnya karena konsep ini dapat dilakukan oleh apa pun jenis medianya, sesuai dengan kekuatan dan kelemahan media itu sendiri," katanya.

Dengan citizen journalism ini, Elshinta memberikan kesempatan kepada seluruh pendengarnya untuk menjadi reporternya sekaligus. Awalnya, 1-2 orang mengudara di radio melaporkan hal-hal simpel, seperti kemacetan lalu-lintas, jalan berlubang, listrik PLN mati, air PAM mati, sambungan telepon rusak, yang kesemuanya hampir sebatas apa yang mengganggu kenyamanan mereka, sang pelapor. Setelah setiap apa yang dilaporkan pendengar on air di Elshinta mendapat perhatian dan jawaban nyata dari pihak yang berkompeten, tak pelak acara yang bertajuk Info dari Anda ini makin meluas, bukan sebatas info yang menyangkut kepentingan pribadi. Bobotnya mulai meningkat menjadi info kebakaran, orang bunuh diri, kereta tabrakan, banjir, longsor, dll. dengan nilai berita yang tinggi. "Uniknya, pelapor bukan melulu warga sekitar. Mereka kadang orang yang hanya lewat di wilayah itu, memberhentikan kendaraannya, melihat, lalu menelepon Elshinta untuk melaporkannya secara langsung. Bahkan, kadang ikut melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut," papar Iwan.

Antusiasme masyarakat makin tinggi begitu merasakan dampak secara nyata apabila memberikan informasi kepada Elshinta. Karena, info tersebut diteruskan ke pihak-pihak terkait. Justru instansi tersebutlah yang kemudian repot. Positifnya, Elshinta melihat kinerja instansi pemerintah pusat ataupun daerah menunjukkan kepedulian karena mereka seperti telah menerapkan prinsip customer satisfaction oriented. "Kepada instansi tersebut pun, kami selalu memberikan penghargaan setiap tahunnya bersamaan dengan penghargaan kepada para pendengar," ujarnya.

Info dari Anda disiarkan sewaktu-waktu berdasarkan laporan yang masuk dari pendengar, tanpa melihat jadwal acara. Karena, selama 24 jam hanya ada acara Elshinta News and Talk yang merupakan jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi aktual, baik itu dari pendengar, reporter Elshinta sendiri maupun dari mitra kerja Elshinta selama ini. Meskipun dalam memberikan informasi merupakan inisiatif pendengar sendiri, Elshinta tetap mengelolanya dengan penuh perhatian. Mulai dari pelayanan bagi yang memberikan laporan, pendataan agar memudahkan penerimaan laporan bagi pendengar yang telah memberikan laporan sebelumnya hingga pemberian apresiasi bagi para pendengar yang melaporkan informasi dengan kriteria tertentu.

Setiap tahun radio Elshinta memberikan penghargaan We Listen Award yang bertepatan dengan hari jadi Elshinta, 14 Februari. "Sebuah penghargaan yang menunjukkan bahwa Elshinta bukan hanya untuk didengar, tetapi juga mendengarkan apa keinginan, masukan, kritik, saran hingga informasi yang mereka sampaikan, setiap saat," kata Iwan. Pada acara itulah, terasa kebersamaan dan keakraban antarsesama pendengar, yang jauh lebih berharga daripada selembar kartu tanda anggota. "Mereka memberikan masukan kepada para penyiar, kepada dewan redaksi. Begitu pula kami, memberikan 'laporan' kepada mereka, para pendengar yang kami anggap bos kami yang nomor satu."

Komunitas pendengar Elshinta belum pernah dibuat secara resmi, dalam artian menerbitkan kartu anggota atau kumpul-kumpul rutin. Meskipun begitu, Elshinta memberikan wadah yang sesuai dengan minat mereka. Bagi yang senang menjadi reporter, terbuka setiap saat untuk masuk di dalam program Info dari Anda. Yang punya hobi interaksi dan berkomentar terhadap permasalahan aktual saat ini diwadahi dalam acara Diskusi Interaktif dan Komisi Anda (Komentar-Opini-Solusi Anda) yang disiarkan mulai pukul 23.00 hingga 05.00. Mereka memang diundang untuk berinteraksi atau berbicara on air secara langsung dengan narasumber (presiden, menteri, anggota DPR, pejabat, dll.) yang tentunya merupakan kesempatan langka. "Ini yang membuat mereka tertarik untuk berinteraksi," ujar Iwan. Pendengar juga diajak terlibat sebagai voluntir atau pengawas pada kegiatan Elshinta Peduli Kemanusiaan. Mereka bisa melihat langsung, kepada siapa bantuan yang mereka donasikan itu diberikan. "Kepercayaan ini membuat sumbangan kepada program Elshinta Peduli terus mengalir walaupun tidak lagi diiklankan."

Melalui mata acara yang selalu muncul sebagai bagian dari program Elshinta News and Talk, otomatis komunitas tersebut terbentuk dengan sendirinya. "Di bisnis ritel, pembeli adalah raja. Begitu juga bagi kami di Elshinta, memberikan kepuasan kepada para pendengar adalah kewajiban utama kami," tutur Iwan. Implementasinya, dengan mendengarkan apa yang mereka sampaikan, baik melalui telepon, SMS, faks maupun surat elektronik. Elshinta kemudian mencatat, mendata dan membahasnya dalam rapat redaksi setiap minggu, khusus untuk masukan pendengar tersebut. "Sangat terasa bahwa posisi pendengar bukan lagi sejajar, tapi kami menempatkan mereka jauh lebih tinggi dari posisi kami. Saya sering mengatakan, merekalah bos yang dengan sangat mudah memecat kami. Karena, tidak ada pendengar sama dengan tidak ada iklan. Pemasang iklan baru akan datang setelah terbukti radio kami ada yang mendengarkan."

Kesadaran itu mewajibkan setiap jajaran redaksi atau programming kreatif dalam memilih, memilah, menentukan hingga mengemas materi yang akan disiarkan. "Karena pendengar mudah jenuh dan bosan," kata Iwan. Keuntungannya, karena para pendengar atau konsumen biasanya sangat dekat dan akrab, sedikit saja ada hal yang membuat mereka kurang nyaman, biasanya mereka langsung menyampaikannya. "Berbeda jika konsumen memiliki jarak dengan si produsen, mereka biasanya masa bodoh," katanya lagi.

Selama 24 jam sehari, sesungguhnya Elshinta News and Talk yang memuat beberapa mata acara telah disesuaikan dengan prinsip horizontal business, kecuali pada beberapa mata acara seperti Commercial Talk Show yang menghadirkan pembicara dari pemasang iklan. Atau juga terhadap program-program yang disesuaikan dengan tema-tema hari tertentu, seperti Hari Anak, Hari Ibu dan Hari AIDS se-Dunia, yang dianggap perlu diangkat untuk memberikan informasi terkini yang belum diketahui para pendengar. "Meskipun begitu, tetap memberikan kesempatan para pendengar untuk berinteraksi dengan narasumber," ungkap Iwan.

Jika di tengah siaran (dari mata acara yang telah dirancang sekalipun) ada informasi penting yang masuk dari pendengar tentang suatu kejadian (dan memenuhi kreteria tertentu), acara yang sedang berjalan itu pun dapat dihentikan seketika. "Bahkan, kami batalkan jika belum mulai mengudara. Banyak klien kami yang sudah paham dengan visi program tersebut, sehingga pemasang iklan dapat maklum apabila harus mengalah dulu untuk tidak mengudara pada saat itu. Ini menunjukkan bahwa vertical business adalah nomor dua di Elshinta," tutur Iwan.

Keterlibatan aktif pendengar juga lebih mengefisienkan proses produksi. Sebagai stasiun radio yang bisa didengar di seantero wilayah Indonesia karena berafiliasi dengan jaringan radio di berbagai daerah -- sekitar 60 mitra stasiun radio yang merilai siaran Elshinta – di setiap daerah, bahkan yang terpencil, Elshinta tidak memerlukan reporter khusus karena pendengar berperan sebagai penyiar kontributor. Iwan mengatakan, dari data terakhir, ada sekitar 150 ribu responden yang tercatat aktif sebagai kontributor Elshinta.

Menurut Iwan, tidak ada upaya khusus untuk membuat pendengar aktif berkontribusi karena hal ini atas kemauan mereka sendiri. Meskipun begitu, tiap tahun Elshinta selalu memberikan penghargaan kepada para pendengar yang paling banyak mengirimkan informasi, baik melalui telepon maupun SMS. Selain itu, ada juga penghargaan yang diberikan atas dasar kualitas berita, seperti ditemukannya potongan tubuh yang merupakan bagian kasus Ryan. "Siapa saja boleh, mereka loyal bukan karena diiming-imingi. Mereka senang memberikan informasi kepada sesama pendengar lain yang manfaatnya juga buat masyarakat," katanya.

Penerapan horizontal business ini, menurut Iwan, berdampak positif terhadap rating iklan. Elshinta selalu masuk dalam top ten list yang dikeluarkan AC Nielsen tiap empat bulan. Ini merupakan prestasi luar biasa karena berarti Elshinta bisa bersaing dengan radio-radio dangdut yang rating-nya juga tinggi. Iwan menuturkan, meskipun harga iklan di Elshinta dibanding radio lain termasuk cukup mahal, selalu ada waiting list pemasang iklan di radio ini. Pertumbuhannya rata-rata 10% per tahun, bahkan pada 2008 perolehan iklan mencapai Rp 20 miliar. "Itu semua karena dihargai oleh pemasang iklan. Ini bukan karena kuantitas saja tetapi kualitas pendengar Elshinta, orang-orang terdidik yang suka berita dan berdiskusi, selalu ingin tahu," ungkap Iwan.

Sementara itu, menurut Yohanes Yudistira, Direktur Utama Radio Sonora, kekuatan radio terletak pada tingkat kecepatan dan aktualitasnya. Radio dengan cepat dapat menyajikan gejala dari situasi lebih serius yang akan muncul, perkembangan situasi hingga akibat serta respons yang muncul dari peristiwa yang terjadi. Menurutnya, pihaknya pun menerapkan horizontal business agar lebih efisien karena dengan SDM-nya yang sangat terbatas, Sonora tidak mungkin menjangkau berbagai sudut Ibu Kota. "Peran paling besar dalam suplai pemberitaan peristiwa yang terjadi adalah dari masyarakat, karena merekalah yang langsung mengalami, menghadapi, melihat dan mendengar," katanya.

Sifat radio yang sangat praktis baik dari sisi penyajian, penerimaan maupun kemudahan pendengar untuk terlibat ini membuat radio menjadi personal sekaligus komunal. Radio juga menjadi sarana bagi pendengar untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, bahkan interaksi langsung dapat terjadi, baik antarpendengar maupun dengan para pejabat berwenang. Interaksi ini dapat diciptakan oleh radio dengan sangat cepat. Menurut Yohanes, saat ini telah terjadi perubahan metode bisnis dari vertikal ke horizontal. Value yang diterima masyarakat, baik sebagai penerima informasi maupun pemberi informasi, dengan sendirinya sudah menjadi tali pengikat bagi mereka untuk tetap loyal, tetap berperan.

Menurut Yohanes pula, strategi horizontal business yang sudah mulai banyak diterapkan stasiun radio tentu membuat persaingan makin seru. Toh, di matanya, setiap stasiun radio memiliki segmen masing-masing. Sonora sendiri target pasarnya kelas A dan B. "Dengan persaingan seperti ini, kami tetap optimistis dengan target market kami."

Sementara di mata Yoris Sebastian, CCO OMG Creative Consulting, penerapan horizontal business di beberapa perusahaan Indonesia belum maksimal. Ia melihat, Gen FM juga telah menggunakan pendengarnya untuk menentukan bagaimana acara yang akan disajikan, misalnya melalui focus group discussion (FGD). "Bagusnya memang merancang program dari pendengar. Misalnya, tanya kepada pendengar, kalau sore-sore suka program apa," ujarnya.

Yoris pun melihat, Elshinta menggunakan format siarannya berdasarkan masukan pendengar. Pendengar bisa ikut interaktif lewat acara dialog khusus, bahkan bisa menjadi penyiar dengan melaporkan suatu kejadian. Namun, menurutnya, sekarang seharusnya pendengar tidak hanya terlibat menjadi penyiar freelance karena ini sudah dilakukan sejak dulu. Dalam pandangannya, konsep horizontal yang bagus melibatkan pendengar dalam banyak hal, dari menjadi penyiar atau program director hingga pemasarannya. "Sangat mungkin membuat sebuah radio bersama pendengar," katanya.

Riset: Sarah Ratna Herni
URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=8856